Pages

Sabtu, 13 September 2014

Berat Badan tak Menjadi Penghalang . .

Di suatu desa ada anak muda yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP namun memiliki bentuk tubuh yang tak semesti usianya. Berat badan anak itu 75 kg, yang tak seharusnya jumlah seberat itu melekat pada badan anak yang masih berumur sangat muda. Di sekolahnya terdapat berbagai kegiatan baik itu formal maupun informal. Pemuda itu sungguh hebat, dia tidak hanya berkiprah disatu kegiatan akan tetapi lebih dari itu. Dalam kegiatan informal pemuda tersebut mengikuti ekstrakulikuler pramuka. Sehingga setiap kali ada moment perkemahan, pasti tidak pernah terlambat. Hebatnya pula pemuda itu juga mampu menduduki posisi penting dalam organisasi intra sebagai sekretaris Osis. Namun tidak jarang halnya selain kelebihan yang dimiliki juga terdapat kelemahan yang terkadang membuatnya minder. Karena badan yang besar, sehingga ejekan bahkan hinaan terkadang menimpa dirinya. Teman-temanya memanggil dengan sebutan boboho, ondel-ondel dll. Tapi kesabaran yang dimiliki membuatnya tetap tegar dan sabar dalam menghadapi.


Suatu ketika hari itu tepatnya pada bulan Agustus dimana biasanya rutinitas yang diadakan diberbagai lembaga adalah mengadakan perlombaan. Hari itu juga perlombaan diadakan di sekolahan anak muda itu. Berbagai perlombaan mulai dari yang berbasis islam, sampai yang berbasis olahraga. Jenis perlombaan yang berbasis islam terdapat dua macam. Pertama adalah pidato Bahasa Arab dan yang kedua adalah Tilawatil Qur’an. Jenis perlombaan yang berbasis olahraga terdiri dari sepakbola, volley, bulutangkis, dan tenis meja. Pemuda yang bertubuh timbun tadi menjadi pusat perhatian selama mengikuti perlombaan. Kelihaian, potensi, juga di topang rasa percaya diri membuat para juri merasa tidak percaya ketika melihatnya. Sebab pemuda itu lihai tidak hanya berkiprah di satu jenis perlombaan, namun dia mampu  mengikuti di berbagai jenis perlombaan. Setelah hari berganti malam, pengumuman dan pembagian hadiahpun di laksanakan. Seluruh murid menunggu tegang pengumuman dan satu sama lain saling berharap mendapatkan kemenangan. Namun hari itu mata puluhan orang tertuju kepada seorang pemuda yang berbadan timbun. Tercengang para murid dan para guru ketika melihat pemuda berbadan besar maju memenuhi panggilan untuk mengambil hadiah lomba yang dimenangkan. Di hadapan semua temannya pemuda tadi tersenyum sambil membawa beberapa benda yang terbungkus rapi dengan berbagai tulisan symbol kemenangan ditangannya. Simbol kemenangan itu bertulisan juara 1 lomba pidato bahasa Arab, juara 1 lomba tilawatil Qur’an, juara 1 lomba bulu tangkis, dan juara 1 lomba tennis meja, moment itu mengundang tepuk tangan dari berbagai kalangan. Pemuda yang biasanya hanya dipandang sebelah mata kini terpandang oleh ratusan mata karena torean prestasi yang membanggakan. Sungguh Hebat bukan??????????????? Seorang pemuda yang berbeda dengan anak lainnya memiliki berat badan yang tak semestinya menjadi seorang pemenang, bahkan pemenang di berbagai jenis perlombaan. 


Dalam cerita tersebut kita bisa mengambil intisari dan menerapkan kedunia fana ini. Bahwa seorang pemuda yang berbadan timbun saja mampu meraih bermacam-macam prestasi yang bisa dibanggakan, sudahkan kita yang memiliki badan ideal ini menoreh prestasi yang bisa dibanggakan seperti pemuda berbadan timbun tadi????, intropeksi yang senantiasa harus kita canangkan. Terkadang memiliki badan yang ideal itu membuat kita sudah cukup untuk dibanggakan, sehingga kesungguhan dalam menggali potensi itu terabaikan. Padahal orang lain itu hanya terkesima oleh prestasi yang kita raih bukan tampang badan minim prestasi. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita menauladani jejak pemuda tadi karena tampang bukan segala-galanya untuk meraih prestasi. Kepercayaan diri serta kesungguhan dalam mengenali dirilah yang menjadi kunci menjadi pemenang sejati.

Athif
Sambogunung, 13 September 2014
Read More

Kamis, 11 September 2014

Dahsyatnya Sebuah Visualisasi

Visualisasi merupakan mengejemantahkan sesuatu melalui sebuah gambar. Kegiatan visualisasi adalah aktivitas otak kanan. Begitu juga dengan esq (emotional spiritual question). Para pakar pernah melakukan penelitian bahwa kesuksesan seseorang diperlukan esq 90% sedangkan iq hanya 10%. Hal ini menunjukkan bahwa peran otak kanan sangatlah penting untuk keberhasilan seseorang.

Suatu ketika saya pernah menjadi panitia kegiatan pondok ramadhan disebuah madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan 3 hari 2 malam. Di malam kedua biasanya rutinitas setiap tahun diisi  kegiatan renungan malam, tapi kali itu tidak. Diganti dengan kegiatan hipnoterapi dengan harapan semoga peserta ramadhan menjadi lebih terarah. Saat itu kebetulan panitia yang ikut adalah saya. Terasa nikmat ketika kegiatan tersebut telah usai. Perasaan yang awalnya gundah menjadi tenang, yang asalnya pesimis menjadi optimis dan yang asalnya rendah diri menjadi percaya diri. Masih teringat jelas bahwa ketika selama proses hipnoterapi diperlukan imajinasi yang tinggi karena seorang hipnoterapis hanya berkata sedangkan kita diharuskan untuk membayangkan. Hari-hari selanjutnya saya terus memacu agar efek dari hipnoterapi masih berkelanjutan. Bangun tidur membiasakan untuk tarik nafas dan membayangkan sesuatu yang menjadi keinginan. Pada saat itu saya pernah membayangkan presentasi dengan sangat tenang, mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Baik itu teman maupun dosen ketika mata kuliah Pengantar Manajemen. Selain itu juga membayangkan menjadi seorang yang humoris didalam kelas dan membayangkan senangnya menjadi mahasiswa dengan IP 3,8. Perlu diketahui bahwa semenjak pertama duduk dibangku kuliah saya orangnya pendiam, sulit bersosial dengan orang lain, kurang percaya diri ketika presentasi dan selalu pesimis dengan nilai. Membayangkan keinginan mencoba saya biasakan setiap hari setelah bangun dan sebelum tidur. Setelah hari berganti malam, satu persatu hal yang setiap hari terbayangkan menjadi kenyataan. Ketika presentasi Mata kuliah manajemen benar-benar merasakan sangat tenang dan mendapat perhatian. Dahsyatnya lagi saya termasuk 5 nominasi terbaik dalam forum diskusi. 4 orang mahasiswi dan yang 1 hanya saya seorang mahasiswa dari 50 peserta. Keinginan yang kedua juga terbukti, tidak tersadari asak-usuknya tiba-tiba menjadi seorang yang supel dan humoris bahkan teman-teman kelas ketika mau pergi kemana tidak lupa untuk mengajak saya. Begitu juga dengan IP. Setelah Ujian Akhir Semester berselang waktu 1 bulan saya melihat info khs secara online. Sungguh terkaget dan mengucapkan beribu rasa syukur, harapan yang dibayangkan serta diyakini memungkinkan benar-benar terjadi. Lulus semester 2 dengan IP 3,86. Sungguh dahsyat bukan?????

Semua itu yang menjadi sangat meyakini sepenuh hati, bahwa visualisasi memudahkan kita untuk mencapai. Namun pertanyaan sakarang adalah mengapa hal itu bisa terjadi??? Semua itu terjadi karena hukum tarik-menarik (Law of Attraction). Intinya bahwa apa yang kita pikiran, itulah yang semesta berikan. Pikiran kita yang akan menarik segala sesuatu itu terjadi. Teringat jelas didalam sebuah buku yang berjudul “jadilah seorang pengusaha” terdapat pernyataan seperti ini, “Sesuatu yang dipikirkan, dibayangkan, serta diyakini dengan sepenuh hati. Pasti suatu saat bisa terjadi”. Ingat!!!!Harapan akan sekedar pengharapan, seperti keinginan yang ditulis tanpa diyakini, dibayangkan serta diikhtiarkan. Oleh karena itu marilah kita berani bermimpi dan meyakini bahwa salah satu jalan menuju impian adalah berani membayangkan.

Athif,
Sambogunung 11 September 2014
Read More

Jumat, 17 Januari 2014

Menuju Puncak Kejayaan , , , ,

Waktu itu terasa berat raga ini tuk berdiri dan melangkah mengarungi samudera impian, mencari arti kehidupan, dan berbekal mencari ilmu di perantauan, tapi  beratnya raga terpias pudar oleh keelokan senyum ayah dan ibu yang senantiasa memberikan motivasi untuk terus melangkah mencari bekal yang hakiki demi menjadi insan sejati. Semangat yang terkubur sejenak kini telah tumbuh kembali merancang dan merombak strategi untuk bangkit menuju kejayaan.

Terasa tak percaya raga dan batin ini telah berpijak di kota yang begitu indah, dikenal dengan nama “kota pendidikan” , laksana hujan datang tanpa mendung. akhirnya proses awal menuju puncak kebahagiaan terwujud bisa menitih menetap merambah alam permai kota malang , kiranya teringat prioritas awal bahwa tak ada setitik harapan dalam pikiran untuk bisa melanjutkan kuliah di kota ini, hingga aku harus rela mencoba dan menerima, membongkar lapisan-lapisan dinding tebal kampus negeri ternama di jawa timur hingga lelah dan tak mampu menemukan satu jalanpun menuju kampus negeri harapan .  Tekad kuat untuk merantau mencari ilmu tak berhenti sampai disitu sampai tiba saatnya langkah kaki ini bisa berpijak pada kampus swasta ternama, yang terkenal dengan nama kampus putih “Universitas Muhammadiyah Malang”. 


Pengorbananlah yang menjadi saksi bisu, bagamaina alur perjalanan panjang sehingga aku bisa mengabdi di gedung ekonomi lantai 2 gkb 2 UMM. Memang butuh jalan bergelombang sebelum jalan lurus tanpa hambatan menuju lorong yang penuh cahaya cita-cita. “yos sudarso” itulah panggilan yang masih terniang dalam ingatan, bahkan diri ini tersimpu malu ketika teringat saat pendaftaran maha siswa baru di kampus putih. Sore itu dengan perasaan takut, ragu-ragu, memakai kaos dan celana hitam, sandal jepit, tas hitam berjalan menuju tempat pendaftaran, ketika sampai segera ku ambil formulir dan kuletakan tasku diatas tanah, duduk dan kumainkan alat tulis bergegas mengisi persyaratan yang tertera dalam lembar formulir, selesai dan segera ku serahkan pada pihak yang berwajib. “silahkan duduk didepan, nanti dipanggil” berujar salah satu staf,” iya mbk” jawabku. Menunggu lama membuat jenuh jiwa dan raga ini, hingga Lamunan sore itu menemani duduk nyaman dibangku depan gedung BCA.  Tak lama kemudian “yos sudarso”, “yos sudarso”, beberapa kali nama itu terpanggil tapi aku tak sadar bahwa yang mereka maksud adalah aku. Panggilan berulang-ulang membuat hati ini bertanya “siapa sebenarnya orang itu”??, dan ketika terdengar jelas bahwa nama itu Yos sudarso , tersentak teringat nama itu adalah nama jalan rumah yang selama ini aku bersandar , sehingga tanpa berpikir lama berdiri segera badan ini dan berjalan menuju ruangan memenuhi panggilan,  sambil menahan tawa, malu, akibat nama indah pemberian dari ayah terganti oleh nama jalan.
“saudara yos sudarso??” ,Tanya panitia pendaftaran kpadaku, “ya mbk, sebenarnya nama saya adalah …… bukan yos sudarso”, “yos sudarso itu alamat rumah” jawabku malu. Terpias sudah jawabku merubah raut wajah pantia MABA kebingungan, ditangannya telah menggenggam kertas kuning tipis berukuran 25cm x 30 cm yaitu kuitansi beridentitas nama Yos Sudarso.  ketika diteliti ternyata Akulah actor penyebab kebingungan karena sikap yang tergesah-gesah mengisi formulir membuatku lengah sehingga tanpa kusadari bahwa kolom terpenting dalam lembar formulir terabaikan .


Doooooooooooor” “pengumuman kelulusan “gerumunan kandidat maha siswa Universitas Muhammadiyah malang bersahaja bersama melihat pengumuman kelulusan, sederet pesan singkat membuat hp dalam genggaman bergetar disaat aku terlelap dalam perjalanan sepulang dari kota pendidikan menuju kota berhias iman . 
Read More